Menyenangkan Hati Tuhan
Disampaikan oleh Pdt. Linton Hutagaol
Sabat, 23 Mei 2026
Ayat inti: Mazmur 96 : 8
Mazmur — “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!”
Ayat Responsoria
Maleakhi 3 : 6-12
Khotbah dimulai dengan pembahasan mengenai pernyataan seorang pendeta di YouTube yang mengatakan bahwa jemaat telah dirugikan melalui persepuluhan, karena menurutnya persepuluhan sudah tidak berlaku lagi dan hanya dipakai untuk memperkaya gereja maupun pendeta. Melalui firman Tuhan, Pdt. Linton Hutagaol mengajak jemaat untuk memahami kebenaran Alkitab secara utuh dan tidak mudah dipengaruhi oleh ajaran yang bertentangan dengan Firman Tuhan.
Disampaikan bahwa persepuluhan bukanlah alat untuk memperkaya manusia, melainkan bentuk pengakuan iman bahwa segala berkat berasal dari Tuhan. Tuhan tidak membutuhkan harta manusia, tetapi Tuhan rindu melihat kesetiaan, ketaatan, dan hati yang menghormati-Nya melalui pengembalian persepuluhan dan persembahan.
Dalam Maleakhi dijelaskan bahwa Tuhan sendiri menegur umat yang menahan persepuluhan, dan Tuhan juga memberikan janji berkat bagi mereka yang setia. Persepuluhan merupakan bagian dari ibadah dan ungkapan syukur kepada Tuhan atas pemeliharaan-Nya dalam kehidupan umat percaya.
Melalui Mazmur jemaat diingatkan untuk datang kepada Tuhan dengan membawa persembahan sebagai bentuk penghormatan kepada nama-Nya yang kudus. Menyenangkan hati Tuhan bukan hanya melalui kata-kata atau ibadah lahiriah, tetapi juga melalui kesetiaan dalam perkara kecil, termasuk dalam mengembalikan milik Tuhan dengan tulus dan sukacita.
Di akhir khotbah, jemaat diajak untuk tetap teguh pada kebenaran Alkitab, hidup dalam kesetiaan, serta percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara dan memberkati setiap orang yang menghormati-Nya dengan sungguh-sungguh.